39 Makanan Khas Dari Aceh
Aceh bukan sekadar wilayah dengan sejarah yang kuat, tetapi juga destinasi gastronomi yang menawarkan ledakan rasa. Penggunaan rempah yang berani seperti jintan, kapulaga, dan asam sunti membuat kuliner Aceh memiliki karakter yang tidak ditemukan di daerah lain. Berikut adalah daftar lengkap 39 makanan khas Aceh yang wajib masuk dalam daftar buruan kuliner Anda.
Makanan Khas Dari Aceh
Berikut ini adalah beberapa jenis makanan khas dari Aceh:
Hidangan Utama & Olahan Daging
Mie Aceh
Mie kuning tebal ini merupakan ikon kuliner Aceh yang dimasak dengan bumbu kari pedas dan kental. Anda bisa memilih variasi goreng, tumis, atau kuah dengan berbagai pilihan protein seperti daging sapi, kambing, kepiting, hingga udang. Keunikan Mie Aceh terletak pada perpaduan rempahnya yang sangat tajam dan biasanya disajikan dengan acar bawang merah serta emping melinjo.
Sie Itek
Sie Itek atau gulai bebek adalah hidangan yang sangat populer di Banda Aceh, khususnya di wilayah Bireuen. Bebek dimasak dengan puluhan macam rempah untuk menghilangkan bau amisnya, menghasilkan tekstur daging yang sangat empuk dan bumbu yang meresap hingga ke tulang. Terdapat dua jenis varian, yaitu Sie Itek Kumerah yang pedas dan Sie Itek Kuputeh yang lebih gurih dan mirip opor.
Kuah Beulangong
Masakan ini adalah simbol kebersamaan masyarakat Aceh karena biasanya dimasak dalam kuali besar (beulangong) saat kenduri atau hari besar. Hidangan ini berupa gulai daging sapi atau kambing yang dicampur dengan potongan nangka muda, pisang kepok, atau batang pisang. Aroma rempahnya sangat harum karena menggunakan kelapa gongseng yang dihaluskan bersama bumbu lainnya.
Sate Matang
Berasal dari daerah Matang Geulumpang Dua, sate ini terbuat dari daging sapi atau kambing yang telah dibumbui dengan rempah-rempah sebelum dibakar. Yang membedakannya dari sate lain adalah penyajiannya yang disertai dengan kuah kaldu soto yang gurih dan berlemak. Perpaduan daging yang manis-gurih dengan siraman kuah kaldu panas menciptakan sensasi rasa yang sangat kaya.
Ayam Tangkap
Hidangan unik ini terdiri dari potongan ayam goreng yang dimasak bersama tumpukan daun teurapee (salam koja) dan daun pandan yang digoreng kering. Ayamnya memiliki tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam, sementara daun-daun gorengnya memberikan aroma harum yang khas dan bisa dimakan layaknya kerupuk. Ini adalah menu wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Aceh.
Baca Juga: Sejarah Ayam Tangkap
Sie Reuboh
Sie Reuboh atau daging rebus adalah masakan khas Aceh Besar yang menggunakan cuka baka (cuka kayu) sebagai bahan pengawet alami sekaligus pemberi rasa asam. Daging sapi beserta lemaknya direbus bersama cabai dan rempah hingga airnya menyusut, menghasilkan rasa pedas dan asam yang segar. Hebatnya, masakan ini bisa bertahan selama berminggu-minggu tanpa perlu dipanaskan berulang kali.
Kuah Pliek U
Gulai ini merupakan masakan paling legendaris yang melambangkan filosofi keberagaman masyarakat Aceh. Bahan utamanya adalah Pliek U, yaitu ampas kelapa sisa pembuatan minyak yang telah difermentasi dan dikeringkan. Di dalamnya terdapat berbagai macam sayuran seperti daun melinjo, kacang panjang, pepaya muda, dan terkadang ditambah dengan chu (siput sawah) untuk menambah cita rasa.
Dendeng Aceh
Dendeng khas Aceh umumnya terbuat dari daging sapi atau rusa yang diiris tipis, dibumbui, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Berbeda dengan dendeng di daerah lain, dendeng Aceh memiliki aroma rempah yang lebih kuat dengan dominasi rasa manis dan gurih. Biasanya dendeng ini digoreng sebentar sebelum disajikan dan menjadi salah satu buah tangan favorit wisatawan.
Gulai Kambing Aceh
Gulai kambing di Aceh dikenal karena penggunaan rempahnya yang sangat pekat dan kuah yang kental. Daging kambing dimasak dalam kuali besar secara terus-menerus, sehingga bumbunya benar-benar meresap dan tekstur dagingnya sangat lunak. Hidangan ini biasanya disajikan panas-panas sebagai menu utama dalam berbagai acara adat dan pesta pernikahan.
Mie Jalak Sabang
Bagi para penggemar kuliner nusantara yang sudah mengenal Mie Aceh, Mie Jalak Sabang hadir sebagai varian yang tak kalah memikat. Hidangan ini menonjolkan kuah gurih yang khas serta tekstur mie yang elastis. Disajikan lengkap dengan telur rebus, tauge, dan daging, Mie Jalak Sabang merupakan pilihan hidangan yang komplit dan memuaskan.
Asam Keu'eung
Asam Keu'eung secara harfiah berarti "asam pedas", sebuah masakan ikan yang memberikan rasa segar dan ringan. Bumbu utamanya adalah asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan) dan kunyit, sehingga kuahnya berwarna kuning cerah. Ikan yang digunakan biasanya adalah ikan tongkol, bandeng, atau ikan air tawar, menciptakan rasa asam-pedas yang membangkitkan selera makan.
Eungkot Paya
Ini adalah masakan tradisional berbahan dasar ikan air tawar, seperti ikan gabus atau ikan sepat, yang dimasak dengan kuah santan. Keunikan Eungkot Paya terletak pada penambahan bahan pendamping seperti rebung, jantung pisang, atau kedondong pagar. Rasanya merupakan perpaduan antara gurih santan, sedikit asam, dan aroma rempah yang sangat khas pedesaan.
Eungkot Keumamah
Dikenal juga sebagai "Ikan Kayu", Keumamah adalah ikan tongkol yang direbus, dikeringkan, lalu diiris tipis-tipis. Ikan ini memiliki sejarah panjang sebagai bekal para pejuang Aceh saat melawan penjajah karena sangat awet. Biasanya Keumamah dimasak kembali dengan bumbu cabai hijau, santan, atau ditumis dengan asam sunti dan daun salam koja.
Camilan & Kue Tradisional
Martabak Aceh
Berbeda dari martabak biasa, Martabak Aceh hadir dengan tekstur lebih tebal dan ledakan rasa yang lebih berani. Setiap gigitannya kaya akan rempah khas Serambi Mekkah, berpadu sempurna dengan pilihan daging sapi atau kambing yang melimpah. Disajikan dengan permukaan yang garing dan renyah, hidangan ini adalah pilihan paling pas untuk menemani waktu santai atau menjadi pelengkap hidangan utama Anda.
Kue Timphan
Kue Timphan adalah penganan wajib yang selalu ada saat hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha di Aceh. Terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan pisang atau labu, kue ini memiliki isian srikaya atau kelapa parut manis. Teksturnya yang kenyal, lembut, dan dibungkus dengan daun pisang muda membuatnya memiliki aroma yang sangat menggugah selera.
Kue Bhoi
Kue Bhoi atau sering disebut kue ikan adalah sejenis bolu tradisional Aceh yang dicetak dalam berbagai bentuk, paling populer adalah bentuk ikan. Kue ini memiliki tekstur luar yang garing dan bagian dalam yang lembut, namun sangat kering sehingga tahan lama. Biasanya dinikmati dengan cara dicelupkan ke dalam kopi panas untuk melunakkan teksturnya sebelum dimakan.
Kue Adee
Oleh-oleh khas dari Meureudu, Pidie Jaya ini memiliki rasa yang manis, legit, dan gurih. Terdapat dua jenis Kue Adee, yaitu yang berbahan dasar tepung terigu dan yang berbahan dasar singkong. Ciri khas yang membuatnya unik adalah aroma bawang merah goreng yang ditaburkan di atasnya, memberikan sensasi rasa yang kontras namun harmonis antara manis dan gurih.
Kue Keukarah
Kue Keukarah memiliki bentuk yang unik menyerupai sarang burung atau jaring-jaring halus yang berlapis. Terbuat dari adonan tepung beras, kue ini digoreng dengan teknik khusus hingga menghasilkan tekstur yang sangat renyah. Rasanya cenderung manis namun tidak berlebihan, menjadikannya teman yang sempurna untuk minum teh di sore hari.
Meuseukat
Meuseukat adalah dodol khas Aceh yang berwarna kuning cerah karena menggunakan buah nanas sebagai bahan utamanya. Proses pembuatannya memerlukan waktu lama dan kesabaran karena harus diaduk terus-menerus di atas api. Kue ini dianggap sangat istimewa dan biasanya disajikan dalam acara hantaran pengantin dengan hiasan ukiran bunga yang sangat mendetail di permukaannya.
Wajik Aceh
Wajik Aceh terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan dan gula merah hingga teksturnya padat dan berminyak. Perbedaannya dengan wajik daerah lain terletak pada penggunaan rempah tambahan seperti jahe atau daun pandan yang lebih dominan. Potongan wajik yang berbentuk belah ketupat ini sering ditemukan dalam kotak hantaran adat Aceh.
Kue Seupet
Kue ini mirip dengan kue semprong di daerah lain, namun masyarakat Aceh sering membentuknya menjadi lipatan segitiga atau gulungan kecil. Terbuat dari tepung beras dan santan, Kue Seupet memiliki aroma panggang yang harum dan rasa yang sangat renyah. Camilan ini biasanya disajikan dalam kaleng-kaleng besar saat menyambut tamu di hari raya.
Pulut Bakar
Pulut Bakar adalah ketan yang sudah dimasak dengan santan, kemudian dibungkus daun pisang dalam ukuran kecil dan dibakar di atas bara api. Proses pembakaran memberikan aroma asap yang sedap pada ketan yang gurih tersebut. Di Aceh, Pulut Bakar sangat populer dinikmati bersama dengan buah durian segar atau dicocol ke dalam air kopi.
Kembang Goyang
Camilan renyah ini dinamakan kembang goyang karena proses pembuatannya yang menggunakan cetakan berbentuk bunga yang digoyang-goyangkan di dalam minyak panas. Bahan dasarnya adalah tepung beras dan wijen, memberikan rasa yang sederhana namun nagih. Meskipun bisa ditemukan di daerah lain, versi Aceh biasanya memiliki tekstur yang lebih tipis dan sangat renyah.
Dodol Aceh
Dodol Aceh dikenal dengan teksturnya yang sangat kenyal dan rasa manis yang berasal dari gula aren asli. Proses pembuatannya masih sangat tradisional menggunakan kuali besar dan kayu bakar untuk menjaga aroma tetap autentik. Setelah matang, dodol biasanya dibungkus menggunakan upih pinang atau daun kelapa kering yang memberikan aroma khas tambahan.
Sambal & Pelengkap
Asam Udeung
Meskipun terkadang secara kelakar disebut "Sambal Ganja", hidangan ini sama sekali tidak mengandung bahan terlarang. Asam Udeung adalah sambal mentah yang terbuat dari udang rebus, belimbing wuluh, bawang merah, cabai rawit, dan serai yang diulek kasar. Rasanya sangat segar, asam, dan pedas, sangat cocok untuk menetralisir rasa berlemak dari masakan daging.
Rujak Aceh
Rujak Aceh terkenal dengan penggunaan buah rumbia atau pisang monyet dalam bumbunya yang memberikan rasa kelat yang khas. Buah-buahan segar seperti mangga, kedondong, dan nanas disiram dengan saus kacang yang kental, pedas, dan sedikit asam. Terkadang, rujak ini juga disajikan dalam keadaan dingin atau setelah didiamkan di lemari es agar bumbunya meresap.
Bubur & Minuman
Kanji Rumbi
Kanji Rumbi adalah bubur nasi khas Aceh yang kaya akan rempah-rempah seperti cengkeh, kapulaga, dan kayu manis. Bubur ini biasanya dimasak dengan campuran udang dan potongan daging serta berbagai sayuran hijau. Kanji Rumbi memiliki khasiat untuk menghangatkan badan dan merupakan menu takjil yang paling dicari di masjid-masjid Aceh selama bulan Ramadhan.
Rujak Samalanga
Ikon kuliner dari tanah Bireuen, Aceh. Menonjolkan saus khas Samalanga yang kental dengan keseimbangan rasa pedas dan manis yang pas. Terdiri dari seleksi buah dan sayuran segar, hidangan ini sangat cocok dinikmati sebagai pencuci mulut atau camilan di cuaca panas. Sebuah twist unik pada rujak klasik yang akan memberikan pengalaman rasa baru bagi lidah Anda.
Kopi Sanger
Sanger adalah minuman kopi khas Aceh yang memiliki filosofi "Sama-sama Ngerti". Ini adalah campuran kopi hitam saring, sedikit susu kental manis, dan gula yang dikocok hingga menghasilkan busa halus di permukaannya. Sanger berbeda dengan kopi susu biasa karena rasanya lebih kuat dan dominan kopinya, namun tetap memiliki tekstur yang lembut (creamy).
Kopi Khop
Kopi Khop menawarkan pengalaman minum kopi yang unik karena disajikan dalam gelas yang dibalik di atas piring kecil. Untuk meminumnya, Anda harus menggunakan sedotan dan meniup sedikit udara ke bawah gelas agar cairan kopi keluar perlahan ke piring. Tradisi ini berasal dari daerah pesisir Meulaboh dan dipercaya dapat menjaga kopi tetap panas dan bersih dari debu.
Leupet
Leupet di sini adalah Lepat Gayo adalah penganan khas Aceh, khususnya dari dataran tinggi Gayo, yang terbuat dari tepung ketan, gula merah, dan kelapa parut, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus. Makanan ini memiliki cita rasa manis gurih dan sering disajikan pada momen istimewa seperti hari meugang.
Teh Tarik Aceh
Teh Tarik di Aceh memiliki keunikan karena menggunakan campuran bubuk teh lokal yang warnanya lebih pekat dan aromanya lebih kuat. Proses "menarik" teh antara dua gelas dilakukan berulang kali hingga menciptakan buih yang sangat tebal dan tekstur minuman yang sangat ringan di mulut. Perpaduan antara teh yang sepat dan susu yang manis menjadikannya minuman yang sangat seimbang.
Es Timun Serut
Es Timun Serut adalah minuman penyegar paling populer di Aceh untuk memadamkan rasa pedas setelah makan besar. Mentimun segar diserut memanjang, lalu dicampur dengan air jeruk nipis, sirup, dan terkadang biji selasih. Rasanya yang sangat segar dan dingin di tenggorokan menjadikannya minuman wajib di setiap rumah makan Aceh.
Kopi Gayo
Kopi Gayo adalah salah satu kopi Arabika terbaik di dunia yang berasal dari dataran tinggi tanah Gayo, Aceh Tengah. Kopi ini dikenal memiliki body yang kuat, tingkat keasaman yang rendah, dan aroma floral yang sangat harum. Menikmati secangkir Kopi Gayo asli di kedai kopi tradisional adalah pengalaman yang wajib dilakukan bagi setiap pencinta kopi.
Jus Pinang
Jus Pinang adalah minuman tradisional yang populer di kalangan pria Aceh karena dipercaya memiliki manfaat untuk meningkatkan stamina dan kesehatan. Buah pinang muda diblender dan sering kali dicampur dengan kuning telur ayam kampung, madu, dan sedikit susu. Meskipun memiliki rasa yang sedikit kelat, minuman ini sangat dicari karena khasiatnya bagi kebugaran tubuh.
Cendol Panas
Jika di daerah lain cendol identik dengan es, di beberapa wilayah Aceh terdapat tradisi menyantap cendol panas. Butiran cendol yang terbuat dari tepung beras disajikan dalam kuah santan hangat yang dimasak dengan gula merah dan potongan buah nangka. Hidangan ini memberikan sensasi kenyal dan manis-gurih yang sangat nyaman disantap saat cuaca sedang hujan atau di malam hari.




























